Cara-cara pemberian obat

Posted: Januari 10, 2009 in Farmakologi

Disamping faktor formulasi, cara pemberian obat turut menentukan cepat lambatnya dan lengkap tidaknya resorpsi obat oleh tubuh. Tergantung dari efek yang diinginkan, yaitu efek sistemis (diseluruh tubuh) atau efek lokal (setempat), keadaan pasien dan sifat-sifat fisika-kimia obat.

1. Efek Sistemis

a. Oral, pemberiannya melalui mulut.

b. Oromukosal, adalah pemberian obat melalui rongga mulut seperti dibawah lidah (sublingual) dan antara pipi dan gusi (bucal).

c. Injeksi, adalah pemberian obat secara parenteral atau dibawah atau menembus kulit/selaput lendir. Suntikan atau injeksi digunakan untuk memberikan efek dengan cepat.

d. Implantasi, Obat dalam bentuk pelet steril dimasukan dibawah kulit dengan alat khusus (trocar), digunakan untuk efek yang lama.

e. Rektal, pemberian obat melalui rektal atau dubur. Cara ini memiliki efek sistemik lebih cepat dan lebih besar dibandingkan peroral dan baik sekali digunakan untuk obat yang mudah dirusak asam lambung.

f. Transdermal, cara pemakaian melalui permukaan kulit berupa plester, obat menyerap secara perlahan dan kontinue masuk ke dalam sistem peredaran darah, langsung ke jantung.

2. Efek Lokal (pemakaian setempat)

a. Kulit (percutan)

b. Inhalasi

c. Mukosa mata dan telinga

d. Intra Vaginal

e. Intra Nasal Untuk mukosa hidung)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s