CURCUMAE RHIZOMA

Posted: Maret 21, 2009 in Farmakognosi
Tag:

Nama lain : Temu lawak, Koneng gede

Nama tanaman asal : Curcuma xanthhorrhiza

Keluarga : Zingiberaceae

Zat berkhasiat utama/isi : Minyak atsiri yang mengandung felandren dan tumerol, zat warna kurkumin, pati. Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 8,2% b/v

Penggunaan : Kolagoga, antispasmodik

Pemerian : Bau khas aromatik, rasa tajam dan pahit

Bagian yang digunakan : Kepingan akar tinggal

Waktu panen :

Panenang dilakukan apabila daun dan bagian diatas yang sudah mengering. Untuk daerah yang musim kemaraunya jelas penanamannya dilakukan pada musim kemarau berikutnya. Di daerah yang banyak dan merata curah hujannya dan tidak jelas musim kemaraunya tanaman dapat dipanen pada umur 9 bulan atau lebih. Cara panen dilakukan dengan membongkar rimpang menggunakan garpu.

Syarat Temulawak kering untuk ekspor :

Warna : Kuning jingga samapi coklat

Aroma : Khas wangi aromatik

Rasa : Pahit, agak pedas

Kelembaban : Maksimim 12 %

Abu : 3-7 %

Pasir : 1 %

Kadar minyak atsiri : Minimal 5%

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s